Minggu, 29 September 2013

lebih indah dari Salomo

Siapakah di antara kamu yang karna rasa kuatirnya
dapat menambahkan satu hasta saja kepada jalan hidupnya

Ya...siapakah diantara kamu yang karna rasa kuatirnya
dapat menambahkan satu hasta saja kepada jalan hidupnya


Dan jika engkau tiada daya membuat hal paling kecil, mengapakah engkau kuatir
Mengapa kuatir perkara yang besar....mengapa kuatir perkara yang besar


Lihatlah burung gagak kecil, tiada menabur, tiada menuai
tidak juga mengumpulkan bekal di dalam lumbung untuk hari esok
tetapi dia tak kurang suatu apa, diberi makan Bapa mu yang di sorga
tetapi dia tak kurang suatu apapun, diberi makan Bapa mu yang Akbar


Pandanglah bunga bakung di lembah, tiada bertenun tiada memintal
bunga bakung yang putih dan bersih, tiada bertenun tiada memintal
tetapi dia ternyata lebih indah dari Salomo dalam kemegahannya

tetapi dia ternyata lebih indah pun dari Salomo Raja yang besar


Dan jika Tuhan Allah, mendandani rumput di ladang
dan memb’ri makan makhluk yang kecil, memberi makan ciptaanNya yang kecil

tidak kah Dia kan terlebih lagi memberi padamu s’gala yang perlu
memberi kebutuhanmu, wahai orang yang kurang percaya

Jangan kuatir, janganlah ragu karena Tuhan mu sayang padamu

Ya... karena Tuhan mu kasih kepadamu

(Jangan Kuatir - Drs. Bonar Gultom)






Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.


(Injil Matius 6 : 30-33)

Rabu, 25 September 2013

101112 (part one)

Saya baru sadar ternyata usia blog ini sudah tiga tahun. Tidak banyak yang saya tulis dalam rentang tiga tahun ini. Tidak seperti blog-blog lain yang berisi topik-topik menarik, isi blog saya hampir seluruhnya cuma berisi curhatan menye-menye dan refleksi pribadi. Aih, malu saia. Saya baru sadar juga, sepanjang 2012 ternyata saya tidak menulis apapun. Tidak ada postingan di tahun 2012. Ah ya....tahun lalu saya sempat lupa password blog ini. Plus rasa malas yang terus dipiara selama tahun itu.

Baiklah, waktu memang tidak bisa ditarik mundur. Tapi nggak ada salahnya sebagai pengisi kekosongan cerita di tahun lalu, gimana kalau saya tulis salah satu cerita yang terjadi di tahun lalu? Saya mau cerita bagaimana saya dan adik saya bekerja sama membuat acara untuk kedua orangtua kami.

Tahun lalu, tepatnya November 2012, adalah tahun ke-25 pernikahan kedua orangtua saya. Dalam rangka itu, orang tua saya ingin ngadain syukuran kecil-kecilan dengan keluarga dan teman-teman dekat mereka. Jadi, kurang lebih dua minggu lamanya, saya dan adik saya sibuk nyiapin acara. Sempat mumet mikirin konsep acaranya mau kayak apa. Lumayan bingung gimana cara gabungin ibadah dan acara ulang tahun pernikahan supaya tetap sederhana tapi tidak kaku, dan harus bisa meninggalkan kesan khusus bagi kedua orangtua kami.

Setelah dua hari bertapa berpikir bersama-sama, akhirnya tersusunlah konsep dan susunan acaranya. Lalu kami melewati hari-hari seperti biasa yang diselipkan dengan kesibukan: membuat undangan kemudian keliling nganter satu per satu, booking restoran, membeli perlengkapan dekor, ngumpulin foto-foto jadul lalu di-scan satu persatu (special thanks utk Bella yang udah ngebantuin), ke rumah pak pendeta, bikin video slide foto-foto (sederhana dengan movie maker), trus latian nyanyi sembunyi-sembunyi berdua (ceritanya saya dan adik mau kasi suprise gituu), mesen taart, dan gladi acara H-1 (kok ada gladi segala ya?). Dan....setelah dua minggu berlalu, akhirnya hari yang ditunggu pun tiba.

Awalnya, kami memilih tanggal sesuai dengan tanggal pernikahan sebenarnya. Namun karena ada dua dan tiga hal, acara harus diundur beberapa hari kemudian dan akhirnya dipilihlah hari Sabtu. Kami baru sadar setelah undangan jadi, eh kok hari Sabtu itu pas tanggal cantik ternyata...10-11-12.
penampakan kartu undangannya


*detail acaranya akan saya tulis di postingan berikutnya...


Selasa, 24 September 2013

menjadi penolong

baca Kejadian 24:1-21
Kisah Ribka dipinang bagi Ishak

Berpacaran yang gagal akan berpotensi menjadikan rumah tangga gagal.

Itu sebabnya, prinsip firman Tuhan tentang berpacaran:

1. pacaran adalah masa persiapan menuju Pernikahan
2. telah cukup dalam tanggung jawab dan kedewasaan
3. memilih dalam prinsip
4. seiman
5. memakai prinsip akal sehat
...Nantikanlah Tuhan, kuatkan hatimu
Percayalah padaNya, teguhkanlah hatimu
Nantikanlah Tuhan, akuilah Dia
Dalam s'gnap jalanmu rasakan kasihNya...
nantikanlah Allah, tunggu firman Tuhan bilang apa.

betulkah itu yang Tuhan kehendaki.

Alkitab sangat memperhatikan 'pernikahan':

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian --> perkawinan Adam dan Hawa.
Alkitab ditutup dengan kitab Wahyu --> perkawinan Kristus dengan gereja.

Tuhan menganggap manusia itu penting dan mulia, oleh sebab itu IA nggak nyuruh malaikat, nggak hanya sekadar berfirman...sendiri yang turun tangan dalam mencipta manusia. bahkan Allah sendiri yang turun ke dunia buat nyelamatin manusia!!


prinsip anak-anak muda Kristen harusnya begini,
"aku dan pasanganku harus seiman, kami harus sama-sama berTuhankan Kristus."
Karena iman adalah dasar keputusan tertinggi dalam hidup, yang akan mempengaruhi keputusan-keputusan (kecil maupun besar, remeh maupun penting) dalam hidup ke depan.

Dunia boleh aja bilang, love is blind. (makanya banyak orang yang jatuh, karena dia 'buta', gelap, nggak liat apa-apa, bahkan hidup dalam kegelapan/dosa)

Tapi cinta bagi orang percaya adalah hidup, dan harus masuk dengan akal sehat. harus masuk akal.

Wanita, engkau adalah penolong bagi suamimu kelak. Jika engkau seorang gadis muda, wanita single, isi masa lajangmu saat ini dengan  hal-hal yang bisa memperlengkapimu untuk menjadi seorang penolong.

Latih dirimu supaya punya karakter seorang wanita yang saleh (Amsal 31, Titus 2).

Jadilah seorang wanita yang rela menolong, pekerja keras, dan menyatakan kasih.


***


akan ku tunggu

kuperhatikan kau dari jauh.
kau jalani hidup tanpa jenuh.
mencari bahagia tanpa keluh.

...saat itu juga kau curi perhatianku.

kuperhatikan kau dari jauh.
kau jalani hidup tanpa jenuh.
semangatmu buat aku luluh

kuperhatikan kau dari jauh
.
rasa cinta ini terus bertumbuh.


Gerard nomor delapan

Satu jam yang lalu, saya melihat seorang bocah laki-laki berbaju bola warna merah dengan nomor punggung 8 Gerard, datang membeli jajan di warung sebelah. Lebih dari setengah jam rasanya anak itu duduk di teras warung. Mengobrol dengan pemilik warung, Pak Gosa.

Selama bertahun-tahun kami bertetangga, saya jarang sekali melihat Pak Gosa duduk sendiri di bangku itu. Hampir setiap hari, Bu Puspa, istrinya, selalu ada di sampingnya. Duduk berdua di bangku panjang yang sama. Melayani pembeli. Mengobrol hingga malam mereka menutup warung. Hingga tiga bulan lalu, Bu Puspa mendahului suaminya. Berpulang kepada Sang Pencipta.

Biasanya tiap siang seperti ini, ada saja orang yang datang berbelanja. Tumben, siang ini agak sepi. Hanya ada satu tamu di warung itu. Ya anak kecil berbaju merah tadi masih disana. Dia masih asik bercerita. Tangannya sesekali digerakkan membentuk sebuah benda. Sesekali ia menunjuk-nunjuk ke atas, mengangguk-angguk menirukan sesuatu. Semangat sekali. Lalu ia tergelak sendiri. Mungkin merasa lucu dengan ceritanya sendiri. Pak Gosa hanya manggut-manggut mendengar ceritanya. Entah mengerti atau tidak. :p Yang jelas, Pak Gosa belum menggeser tempat duduknya sedari tadi. Entah siapa yang menemani siapa sore ini. :)

Kenapa saya tertarik memperhatikan tingkah anak kecil itu?

Mungkin karena ketika anak itu baru datang dan memarkir sepeda birunya, saya seketika teringat pada Jeje. Anak kedua dari salah satu Oom kesayangan saya. Sejak Ibunya meninggal, Ayah mereka 'menitipkan' Jeje dan kakaknya untuk diasuh oleh Paktua dan Maktua angkat mereka, Papa dan Mama saya. Maka ketika saya duduk di bangku SMA, saya mempunyai tambahan dua orang adik lagi. Jeje dan Etta.

Gerard (sebut saja nama anak laki-laki di warung tadi Gerard, sesuai dengan baju bola yang dia pakai :p) sekilas sangat mirip dengan Jeje. Potongan rambutnya, badan gempalnya, tinggi badannya, cara tertawanya, sampai deretan atas gigi ompongnya (yang lebih tepat disebut deretan gusi).....semuanya sangat mirip. Sangat mirip dengan Jeje delapan tahun yang lalu.

Ya, delapan tahun yang lalu.

Karena cuma itu memori yang saya ingat tentang Jeje (dan kakaknya), sebelum mereka pindah keluar dari pulau ini.

Dan selama itu, saya belum pernah bertemu dengan mereka lagi.
*****
Jeje...apa kabarmu, dek? Masih ingat sama kak Lia nggak?

Mungkin Jeje lupa, ngga apa-apa. Jeje waktu itu masih kecil banget, wajar kalau ngga ingat sama kak Lia. Tapi pasti Jeje ngga mungkin lupa sama Papa Mama, kan? Alm.Papa Yohanis dan Mama Indah. Juga Paktua dan Maktua Jeje, yang tanpa ada yang ngajarin tiba-tiba Jeje panggil Papa Mama juga.

Satu tahun belakangan ini, hampir tiap minggu kak Lia ketemu sama teman-teman Jeje dan kak Etta di gereja. Teman-teman sekolah minggu kalian dulu sekarang udah masuk Persekutuan Teruna, lho... Kak Lia sering banget mengkhayal kalau kalian masih ada disini, pasti kalian ikut IHMPT juga bareng Ando, Lui, dan teman-teman sebaya kalian lainnya disini. Trus kak Oline pasti akan ngajak kalian ikut persekutuan siswa, KTB, kamp siswa. Iya kakak tau khayalan barusan nggak mungkin terjadi dalam waktu dekat ini. :(

Selamat ulang tahun ya, adikku sayang. Kak Lia nggak akan pernah lupa tanggal ulang tahun Jeje, karena ulang tahun kita berdua kan cuma beda empat hari. Jeje pasti inget juga kan? Tapi kalau lupa ngga apa-apa, waktu itu Jeje memang masih kecil banget.

Hmm...kak Lia nggak tau Etta dan Jeje akan baca tulisan ini apa nggak. Tapi kalau kalian mungkin baca ini, kak Lia boleh ya pesan sesuatu buat kalian. Inget nggak dulu Papa sama Mama sering bilang sama kita berempat, kalau yang namanya saudara itu wajar kalau bertengkar. Tapi kalau bertengkar nggak boleh lama-lama. Harus ada salah satu yang ngalah dan ngajak baikan. Jangan sampe diem-dieman berhari-hari. Kalian sering bertengkar nggak disana? Inget pesan Papa sama Mama ya...bertengkarnya jangan lama-lama :)

Terus ketika kalian mungkin lagi sedih, lagi seneng, lagi kesel sama temen di sekolah, lagi kesel sama orang rumah, habis bertengkar berdua, atau lagi kangen sama Papa Mama, atau apapun yang Etta sama Jeje lagi rasain, bawa itu semua dalam doa ya. Ceritain semua yang kalian rasain sama Tuhan Yesus. Selalu jadikan Tuhan Yesus Sahabat kalian ya.

Jaga diri baik-baik disana, ya sayang...

Kalau Tuhan berkenan, suatu saat pasti kita bisa ngumpul lagi kayak dulu.

oya...taman kita ini sekarang udah nggak ada, sayang. :'(

Rabu, 18 September 2013

September ke-25





untuk kasihMu,
untuk nafas hidup,
untuk satu lagi hari baru,
untuk kesempatan berjalan mengiringMu,
untuk mereka yang mengasihiku,

untuk rencanaMu dalam hidupku,

dan untuk September ke-25 ini,

terimakasih.








Sabtu, 17 Agustus 2013

Setia tekuni panggilanMu



Betapa sering kita bungkam keadilan

Banyak kebenaran yang kita putarbalikkan
Tanpa disadari kitalah musuh kebenaran

(Ampunilah kami, Bapa)

Berapa banyak jiwa t'lah kita hiburkan
Dimana kita kala banyak penindasan
Hamba kegelapan, para penyembah kenyamanan
(Ampunilah kami, Bapa)

Dengan mulut kita mengaku, dengan tangan kita menyangkal bahwa Yesuslah, Kristus Tuhan

Bapa, ini tekad kami berlaku adil, setia, rendah hati
Berjuang tegakkan k'rajaanMu, beritakan injil Kristus
Bapa, teguhkan kami 'tuk sangkali diri hidup mengabdi,
Taat pada pimpinan Roh-Mu, setia tekuni panggilanMu

Selasa, 06 Agustus 2013

Jingga

Ada yang merasa familiar dengan tokoh ini?

karya Sweta Kartika
Yup. She is Jingga. Salah satu karakter utama dalam serial komik Grey&Jingga, karya Sweta Kartika. Yang belum tahu dan pengen tahu ceritanya seperti apa, bisa mampir ke album Facebook kreatornya langsung disini.

Awalnya, adik saya yang lebih dulu mengikuti komik ini. Saya baru dua bulan belakangan ini membacanya. Komik yang diposting per-page-nya saban Senin dan Kamis ini, memiliki cerita seputar kehidupan anak muda (mahasiswa), yang nggak jauh-jauh dari persahabatan, pergaulan, kehidupan kampus, dan........percintaan. Cerita yang disajikan sederhana namun jujur saja, saya tidak mudah menebak alur ceritanya.
Belakangan, cerita yang saya kira sudah hampir selesai ternyata masih berlanjut dengan cerita Jingga jadian dengan Martin (namanya: Edward Martinus Siahaan. woo.).

Ditambah dengan adanya bonus 'quote' di setiap kisah, dan komentar-komentar para pembacanya (yang seru dan lucu-lucu), semakin membuat para pembaca tidak sabaran menanti hari Senin dan Kamis datang.  Tidak cuma jago gambar dan penutur cerita yang baik,
sang komikus juga membuat OST komiknya dengan petikan gitar yang dia mainkan, ciptakan, dan nyanyikan sendiri.


Hari ini hari Rabu kemarin Selasa dan besok Kamis, trus libur Lebaran deh horay, bukan jadwal rutin komik Grey&Jingga di-posting. Tapi pagi tadi, sang komikus mengunggah beberapa gambar karakter yang menjadi tokoh dalam komiknya. Lengkap dengan biodata singkat mereka. Ada Dharma, Zahra, Martin, Nina, dan yang pasti ada Grey dan Jingga. Sayangnya, karakter kesukaan saya, Zaki, tidak masuk dalam daftar karakter pilihan penulis yang biodatanya perlu dipublikasikan. Hiks.

Nah, jadi apa maksud postingan saya kali ini?

Nggak ada maksud apa-apa.

Saya cuma sedikit kaget :p ternyata si Jingga itu anak Sastra. Sama kayak saya. woo.. Tanggal lahirnya juga cuma beda sehari dengan saya. double woo..

Selama sebulan ini saya cuma jadi silence reader aja. Seringnya hanya kasi jempol kalau saya suka, dan kadang ada satu dua gambar yang saya share di akun facebook saya, biasanya karena quote-nya bagus. Selebihnya, saya nggak pernah ninggalin jejak di kolom komen mas Sweta. Tapi pagi tadi, demi ngeliat bio Jingga yang ada kemiripan dengan saya, saya tidak tahan untuk nggak ninggalin jejak. Jadi, saya kasi komen donk disana. Dan inilah balesan komen dari sang komikus.
Sweta Kartika: jangan2....kalian sama2 galau-ers :|

Entah kenapa kata-katanya membekas beberapa menit cukup lama. #tsaah
Sampai-sampai saya memutuskan untuk menulis posting-an ini...tentunya dengan benak yang penuh dengan pertanyaan,

 Eh? apa iya ya...
jangan-jangan sifat saya ada yang sama kayak Jingga?

jangan-jangan selorohan pencipta Jingga itu bener,
kalau saya juga seorang galau-er
?

Aduh. 
Saya memang sering banget galau akhir-akhir ini.
Tapi semoga sifat saya tidak persis sama seperti Jingga, 

yang menerima Martin hanya karena sudah tidak sabar menanti Grey.

Sss..ssaya.....mau belajar sabar dalam penantian....

>_<

sekian.
saya mau merenung dulu.