Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 September 2013

101112 (part two)

Pada hari H, 101112...acara baru mulai jam 19.30, molor setengah jam dari yang tertera di undangan...hmm kami menunggu sampai keluarga dan undangan dateng semua, karena undangan cuma 50 orang, kalau belum pada dateng ya mau mulai acara gimana..masih sepi banget..hehe..

Dan sebagai anak tertua, mau ndak mau saya yang menyapa para undangan..ceritanya jadi MC mendadak (harusnya sama Oom JR juga, tapi ternyata saya dikerjain..). Dengan terbata-bata, saya mencoba untuk memberikan sambutan sederhana. Itu pertama kalinya saya berbicara di depan keluarga besar dan kerabat dekat, mewakili Papa dan Mama. deg..deg..


Yesus berikan hidupNya

Darah-Mu tercurah, tebus dosaku
Kasih-Mu memulihkan, bebaskan dan slamatkanku,

mengubahkan hidupku

Tubuh-Mu diserahkan, terpecah bagiku
Bilur-Mu menyembuhkan, menyucikan
B'riku pengharapan jadikanku baru

Yesus berikan hidup-Nya bagi diriku, bagi kes'lamatanku
Bahkan taat sampai mati agarku hidup dalam kekekalan-Nya

Kau mengasihi, Kau memulihkan
Bapa, aku bersyukur


Utuslah aku, pakailah hidupku

Menjadi kasihMu, bagi dunia ini


Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa.

(Surat Paulus kepada jemaat di Filipi, Filipi 2:5-11)

lebih indah dari Salomo

Siapakah di antara kamu yang karna rasa kuatirnya
dapat menambahkan satu hasta saja kepada jalan hidupnya

Ya...siapakah diantara kamu yang karna rasa kuatirnya
dapat menambahkan satu hasta saja kepada jalan hidupnya


Dan jika engkau tiada daya membuat hal paling kecil, mengapakah engkau kuatir
Mengapa kuatir perkara yang besar....mengapa kuatir perkara yang besar


Lihatlah burung gagak kecil, tiada menabur, tiada menuai
tidak juga mengumpulkan bekal di dalam lumbung untuk hari esok
tetapi dia tak kurang suatu apa, diberi makan Bapa mu yang di sorga
tetapi dia tak kurang suatu apapun, diberi makan Bapa mu yang Akbar


Pandanglah bunga bakung di lembah, tiada bertenun tiada memintal
bunga bakung yang putih dan bersih, tiada bertenun tiada memintal
tetapi dia ternyata lebih indah dari Salomo dalam kemegahannya

tetapi dia ternyata lebih indah pun dari Salomo Raja yang besar


Dan jika Tuhan Allah, mendandani rumput di ladang
dan memb’ri makan makhluk yang kecil, memberi makan ciptaanNya yang kecil

tidak kah Dia kan terlebih lagi memberi padamu s’gala yang perlu
memberi kebutuhanmu, wahai orang yang kurang percaya

Jangan kuatir, janganlah ragu karena Tuhan mu sayang padamu

Ya... karena Tuhan mu kasih kepadamu

(Jangan Kuatir - Drs. Bonar Gultom)






Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.


(Injil Matius 6 : 30-33)

Selasa, 24 September 2013

menjadi penolong

baca Kejadian 24:1-21
Kisah Ribka dipinang bagi Ishak

Berpacaran yang gagal akan berpotensi menjadikan rumah tangga gagal.

Itu sebabnya, prinsip firman Tuhan tentang berpacaran:

1. pacaran adalah masa persiapan menuju Pernikahan
2. telah cukup dalam tanggung jawab dan kedewasaan
3. memilih dalam prinsip
4. seiman
5. memakai prinsip akal sehat
...Nantikanlah Tuhan, kuatkan hatimu
Percayalah padaNya, teguhkanlah hatimu
Nantikanlah Tuhan, akuilah Dia
Dalam s'gnap jalanmu rasakan kasihNya...
nantikanlah Allah, tunggu firman Tuhan bilang apa.

betulkah itu yang Tuhan kehendaki.

Alkitab sangat memperhatikan 'pernikahan':

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian --> perkawinan Adam dan Hawa.
Alkitab ditutup dengan kitab Wahyu --> perkawinan Kristus dengan gereja.

Tuhan menganggap manusia itu penting dan mulia, oleh sebab itu IA nggak nyuruh malaikat, nggak hanya sekadar berfirman...sendiri yang turun tangan dalam mencipta manusia. bahkan Allah sendiri yang turun ke dunia buat nyelamatin manusia!!


prinsip anak-anak muda Kristen harusnya begini,
"aku dan pasanganku harus seiman, kami harus sama-sama berTuhankan Kristus."
Karena iman adalah dasar keputusan tertinggi dalam hidup, yang akan mempengaruhi keputusan-keputusan (kecil maupun besar, remeh maupun penting) dalam hidup ke depan.

Dunia boleh aja bilang, love is blind. (makanya banyak orang yang jatuh, karena dia 'buta', gelap, nggak liat apa-apa, bahkan hidup dalam kegelapan/dosa)

Tapi cinta bagi orang percaya adalah hidup, dan harus masuk dengan akal sehat. harus masuk akal.

Wanita, engkau adalah penolong bagi suamimu kelak. Jika engkau seorang gadis muda, wanita single, isi masa lajangmu saat ini dengan  hal-hal yang bisa memperlengkapimu untuk menjadi seorang penolong.

Latih dirimu supaya punya karakter seorang wanita yang saleh (Amsal 31, Titus 2).

Jadilah seorang wanita yang rela menolong, pekerja keras, dan menyatakan kasih.


***


Rabu, 18 September 2013

September ke-25





untuk kasihMu,
untuk nafas hidup,
untuk satu lagi hari baru,
untuk kesempatan berjalan mengiringMu,
untuk mereka yang mengasihiku,

untuk rencanaMu dalam hidupku,

dan untuk September ke-25 ini,

terimakasih.








Selasa, 06 Agustus 2013

Jingga

Ada yang merasa familiar dengan tokoh ini?

karya Sweta Kartika
Yup. She is Jingga. Salah satu karakter utama dalam serial komik Grey&Jingga, karya Sweta Kartika. Yang belum tahu dan pengen tahu ceritanya seperti apa, bisa mampir ke album Facebook kreatornya langsung disini.

Awalnya, adik saya yang lebih dulu mengikuti komik ini. Saya baru dua bulan belakangan ini membacanya. Komik yang diposting per-page-nya saban Senin dan Kamis ini, memiliki cerita seputar kehidupan anak muda (mahasiswa), yang nggak jauh-jauh dari persahabatan, pergaulan, kehidupan kampus, dan........percintaan. Cerita yang disajikan sederhana namun jujur saja, saya tidak mudah menebak alur ceritanya.
Belakangan, cerita yang saya kira sudah hampir selesai ternyata masih berlanjut dengan cerita Jingga jadian dengan Martin (namanya: Edward Martinus Siahaan. woo.).

Ditambah dengan adanya bonus 'quote' di setiap kisah, dan komentar-komentar para pembacanya (yang seru dan lucu-lucu), semakin membuat para pembaca tidak sabaran menanti hari Senin dan Kamis datang.  Tidak cuma jago gambar dan penutur cerita yang baik,
sang komikus juga membuat OST komiknya dengan petikan gitar yang dia mainkan, ciptakan, dan nyanyikan sendiri.


Hari ini hari Rabu kemarin Selasa dan besok Kamis, trus libur Lebaran deh horay, bukan jadwal rutin komik Grey&Jingga di-posting. Tapi pagi tadi, sang komikus mengunggah beberapa gambar karakter yang menjadi tokoh dalam komiknya. Lengkap dengan biodata singkat mereka. Ada Dharma, Zahra, Martin, Nina, dan yang pasti ada Grey dan Jingga. Sayangnya, karakter kesukaan saya, Zaki, tidak masuk dalam daftar karakter pilihan penulis yang biodatanya perlu dipublikasikan. Hiks.

Nah, jadi apa maksud postingan saya kali ini?

Nggak ada maksud apa-apa.

Saya cuma sedikit kaget :p ternyata si Jingga itu anak Sastra. Sama kayak saya. woo.. Tanggal lahirnya juga cuma beda sehari dengan saya. double woo..

Selama sebulan ini saya cuma jadi silence reader aja. Seringnya hanya kasi jempol kalau saya suka, dan kadang ada satu dua gambar yang saya share di akun facebook saya, biasanya karena quote-nya bagus. Selebihnya, saya nggak pernah ninggalin jejak di kolom komen mas Sweta. Tapi pagi tadi, demi ngeliat bio Jingga yang ada kemiripan dengan saya, saya tidak tahan untuk nggak ninggalin jejak. Jadi, saya kasi komen donk disana. Dan inilah balesan komen dari sang komikus.
Sweta Kartika: jangan2....kalian sama2 galau-ers :|

Entah kenapa kata-katanya membekas beberapa menit cukup lama. #tsaah
Sampai-sampai saya memutuskan untuk menulis posting-an ini...tentunya dengan benak yang penuh dengan pertanyaan,

 Eh? apa iya ya...
jangan-jangan sifat saya ada yang sama kayak Jingga?

jangan-jangan selorohan pencipta Jingga itu bener,
kalau saya juga seorang galau-er
?

Aduh. 
Saya memang sering banget galau akhir-akhir ini.
Tapi semoga sifat saya tidak persis sama seperti Jingga, 

yang menerima Martin hanya karena sudah tidak sabar menanti Grey.

Sss..ssaya.....mau belajar sabar dalam penantian....

>_<

sekian.
saya mau merenung dulu.

Jumat, 28 Juni 2013

Musafir

Tulisan ini merupakan lanjutan dari cerita saya setelah mengikuti Seminar Suara Kebenaran...baca disini. Malam harinya sebelum tidur saya membuka plastik souvenir seminar yang berisi majalah, renungan bulanan, tiga keping CD khotbah, dan dua buah CD lagu. CD lagu tersebut seluruhnya berisi lagu-lagu yang dinyanyikan dan diciptakan sendiri oleh Pak Eras. Ada empat track lagu yang langsung saya suka. Salah satunya adalah lagu dalam track yang keenam, yang berjudul sama dengan postingan ini...

Minggu, 23 Juni 2013

lady in waiting

Lady in Waiting itu....

bukan tentang bagaimana seorang wanita berjuang mendapatkan perhatian seorang pria.


juga bukan bagaimana menemukan seorang pria yang tepat.

tapi bagaimana menjadi seorang wanita yang tepat.


menjadi...


Wanita yang mau menyerahkan dirinya tanpa ragu-ragu kepada keTuhanan Kristus

Wanita yang menggunakan hari-harinya sebagai lajang, untuk mempercayai Tuhan dengan iman yang tak tergoyahkan,


Wanita yang menunjukkan kebajikan dalam kehidupan sehari-harinya,

Wanita yang mencintai Tuhan dengan suatu pengabdian yang tidak teralihkan.

Wanita yang tetap kudus secara fisik dan emosi

Wanita yang hidup dalam rasa aman

Wanita yang meresponi hidup dengan rasa puas


Wanita yang membuat pilihan berdasarkan keyakinannya


Wanita yang dengan sabar menunggu Tuhan memenuhi kebutuhannya.


Wanita yang menantikan Tuhan Yesus.
Sang Mempelai Pria-nya.



Are you a
lady in waiting, Li?

Kamis, 06 Juni 2013

catatan seorang PKK (1)

Sebut saja nama mereka Tia, Flo, Ana dan Manda. Empat orang yang dipercayakan padaku untuk kupimpin dalam kelompok kecil. Pertemuan kami berawal dari persekutuan perdana PMK awal tahun ajaran. Pada saat itu mereka memberikan komitmen untuk mau dimuridkan. Tidak mudah memulai sebuah kelompok baru, terutama berkaitan dengan masalah teknis: penyesuaian waktu pertemuan. Untuk menentukan pertemuan selanjutnya, aku sempat kebingungan. Karena tempat tinggal kami cukup berjauhan. Namun, waktu berjalan, dan masalah waktu juga tempat bisa kami selesaikan.

Memasuki pelajaran-pelajaran awal, aku bisa melihat bagaimana mereka sungguh haus akan kebenaran. Tak jarang, aku mendapatkan pertanyaan-pertanyaan sederhana namun cukup dalam dari mereka. Bab demi bab, kami lalui sesuai target rencana. Hingga akan memasuki pertengahan buku Pembinaan Dasar, aku mengusulkan untuk mengevaluasi KTB kami selama ini. Saat itu kurang lebih sudah memasuki bulan keenam aku memuridkan mereka. Banyak sekali masukan yang aku terima dari mereka dan itu membuat aku mengevaluasi diriku sebagai seorang pemimpin kelompok.

Aku mendorong mereka untuk mulai melakukan disiplin rohani. Awalnya, sangat sulit untuk mengajak mereka membiasakan diri membaca Alkitab, berdoa dan bersaat teduh setiap hari. Kulihat di mata beberapa dari antara mereka nampak begitu lelah dan terbeban dengan proyek ketaatan tersebut. Sehingga di pertemuan berikutnya, hampir bergantian sharing yang terdengar adalah: sate yang bolong-bolong, ketiduran waktu baca Alkitab, bahkan lupa berdoa. Sejujurnya, aku tersenyum dalam hati ketika mendengar cerita polos mereka. Namun, aku tetap memberi mereka semangat untuk tetap melatih diri melakukan disiplin rohani. Tak lupa, aku juga membagikan apa yang kudapat melalui saat teduhku dan juga jawaban-jawaban doaku. Sambil dalam hati aku berdoa, supaya mereka juga memiliki kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan setiap hari.

Setahun berlalu. Kegiatan KTB kami tidak sebatas hanya PA di kos Tia. Terkadang kami berkumpul, tetapi hanya masak-masak dan makan bareng. Tanpa PA, tanpa bahas bahan. Sederhana memang, namun aku berharap justru melalui itu kebersamaan bisa terbangun. Bulan berikutnya, kami pergi bersama ke pantai. Main air, main pasir, menunggu matahari terbenam bersama-sama, dan ngga lupa….foto-foto. Lalu pada saat gathering KTB dengan kelompok-kelompok kecil lainnya, mereka dengan bersemangat mempersiapkan segala sesuatunya. Saat itu masing-masing kelompok diminta unjuk talenta dan membawa makanan. Kenangan di tahun pertama KTB ini, sungguh terasa manis.

Hingga memasuki pertengahan tahun kedua, muncul permasalahan yang ternyata memicu timbulnya konflik intern diantara mereka. Ngga perlu kubahas disini ya siapa yang bermasalah dan apa masalahnya. Namun, itu ternyata menjadi awal keretakan kelompok ini. Peranku sebagai mediator juga tidak terlalu berpengaruh. Ternyata apa yang selama ini aku nilai tentang kelompok ini, berbeda jauh dari kenyataan yang baru kulihat.
dari seorang kakak, yang masih terus mencoba mencari, 
menanti dan mendoakan kalian berempat.
 Maret 2012

through it all

(diambil dari notes Facebook, 2012)
You are forever in my life, You see me through the seasons
Cover me with Your hand, lead me in Your righteousness

And I look to You, and I wait on You
I'll sing to You Lord, a hymn of love, for Your faithfulness to me
I'm carried in everlasting arms, You'll never let me go through it all
-----------Blessed, Hillsong 2002---------

Lirik lagu di atas judulnya Through It All. salah satu lagu rohani yg menemani perjalanan awal-awal masa remaja saya (berasa sekarang sudah tua x_x). Dibeli sekitar tahun 2003. Salah satu lagu dalam album rohani pertama yang dibeli dengan menyisihkan uang saku sendiri. Duit kembalian naik angkot ke sekolah dikumpulin selama seminggu, sempat juga nahan untuk ngga jajan di kantin beberapa hari, supaya duitnya cukup buat beli kaset ini sama kaset Linkin Park. (teteup ya album LP terbaru juga musti punya)

hmm tahun 2003 itu.....jadi inget punya sahabat di SMP yang pertama kali ngasi teladan pentingnya saat teduh, pertama kali dikenalin dengan majalah rohani remaja juga yang namanya Gfresh. Pertama kali tertarik itu sih covernya artis, halamannya berwarna dan ada komiknya. Tapi lama kelamaan jadi sukaa sama majalah ini karena isinya berbobot dan ngajarin banyak hal, bener-bener majalah rohani buat remajalah. Jadi langganan deh, rutin beli setiap bulan selama bertahun-tahun.

Tapi sayang beberapa tahun belakangan, majalahnya sudah ngga terbit lagi.

hmm 2003 itu juga masa-masa ikut pembinaan remaja di gereja...lumayan rajin ikut persekutuan teruna setiap minggu, ikut paduan suara, gak pernah absen ikut retreat teruna...rajin banget deh pokoknya.

Tapi masa-masa inipun sekaligus masa-masa yang penuh pemberontakan. Suka banget ngelawan omongan orangtua, suka nyaut kalau dikasitau, suka ngerasa sok pinter sendiri dan susah buat dibilangin. :(
 
Baru sadar setelah sekian tahun... :(

hmm...gak nyangka...cuma gegara sebuah lagu, ingatan ini bisa kembali ke 10 tahun yang lalu....masa-masa remaja yang ngga pernah bisa terulang...masa-masa dimana saya disadarkan bahwa kasih Tuhan Yesus itu yang terbesar dari semua kasih yang ada di dalam hidup saya.

Jadi inget sama kata-katanya Rasul Paulus,
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.
(Filipi 3)


...........I'll sing to You Lord, a hymn of love, for Your faithfulness to me
I'm carried in everlasting arms, You'll never let me go
through it all.....


Selasa, 04 Januari 2011

Berita Natal dari Suwung

Siang itu, 27 Desember 2010, saya dan teman-teman persekutuan berniat pergi mengunjungi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang terletak di daerah Suwung. Kegiatan ini tanpa perencanaan dari jauh-jauh hari, bahkan cenderung dadakan (iye, niatnya agak-agak kurang niat emang -_-), malah sempat hampir nggak jadi berangkat karena beberapa teman ada yang batal ikut, termasuk adik saya sendiri.....wakakaka

Yah...tapi akhirnya toh kami jadi juga berangkat. Untuk pertama kalinya kami akan merayakan Natal bersama sebuah keluarga pemulung yang tinggal di tempat pembuangan sampah. Iya, ini kunjungan pertama saya. Setelah bertahun-tahun menjadi warga kota Denpasar yang tinggalnya nggak jauh-jauh amat dari lokasi TPA, saya memang baru pertama kali datang ke daerah sini :D

Kami tiba di kawasan TPA sekitar pukul 3 sore...

who am I

Who am I, that the Lord of all the earth, would care to know my name
Would care to feel my hurt.
Who am I, that the Bright and Morning Star, would choose to light the way
For my ever wandering heart.

Not because of who I am, but because of what You've done
Not because of what I've done, but because of who You're

I am a flower quickly fading, here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean, a vapor in the wind
Still You hear me when I'm calling
Lord, You catch me when I'm falling and You've told me who I am
I am Yours, I am Yours

Lagu ini selalu mengingatkan saya...

Kamis, 30 Desember 2010

Happy New Year 2010

Hari ini adalah hari ke 364 dari 365 hari yang ada di tahun 2010...satu hari sebelum hari terakhir di penghujung tahun 2010. Ada begitu banyak hari yang sudah dilewati dengan penuh rasa. Ada senyum, tangis, keki, kesedihan, kesakitan, takjub, kekaguman, kekuatiran, sukacita. Yah...semua orang pasti mengalaminya. Bersyukur kita semua bisa melewati tahun 2010 dengan banyak pelajaran-pelajaran hidup di dalamnya.

Flashback to 2009.
Saya melewati beberapa minggu sebelum hari terakhir di tahun 2009 dengan penuh tanda tanya. Kata tanya yang muncul hanya satu dan terus menerus beredar di pikiran saya: Kenapa. Kenapa rasanya sakit. Kenapa susah menerima. Kenapa susah untuk memaafkan. Kenapa susah untuk tidak menoleh-menoleh ke belakang lagi. Kenapa susah untuk tidak membuka tutup luka. Kenapa susah untuk percaya. Kenapa susah untuk mengasihi kembali. Kenapa susah untuk berhenti meratap dan mulai berdoa. Kenapa kenapa dan kenapa.

Itulah saya di akhir tahun lalu, 2009.

Namun Tuhan memang baik. Dia baik dan selalu baik. Saya dikuatkan lagi melalui orang-orang di sekitar saya.  Saya pun bisa melewati akhir tahun dengan menyerahkan kepingan-kepingan hati yang sudah hancur ke tangan Pencipta saya. Di ibadah akhir tahun lalu, komitmen saya diperbaharui. Saya berhenti berusaha sendiri (sampai kapanpun saya ngga akan bisa nyembuhin diri sendiri). Belajar move on...dan letting go...

Sebenarnya masalah yang saya hadapi bukan sebuah masalah yang besar (kalo saya pikir-pikir lagi sekarang) dan juga bukan sebuah badai besar yang menerpa hidup saya. Bukan. Hanya saja saat itu saya masih sangat labil dan tidak siap menerima kerikil kecil (yang tajam) itu yang akhirnya mengakibatkan saya jatuh karenanya.

Saya bersyukur melalui masalah itu saya jadi dekat dengan seorang kakak staf pelayanan mahasiswa di kota saya. Dia yang setia mendukung dan mendoakan saat saya membutuhkan dukungan. Malam pergantian tahun pun saya habiskan bersama teman-teman persekutuan di Kuta. Dan pagi pertama di tahun 2010 saya awali dengan AWG dan berdoa di pantai matahari terbit.

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:8-9)
Tidak terasa sebentar lagi, satu tahun lagi akan berlalu.















Catatan 30 Desember 2009
pantai matahari terbit, bersama seorang teman yang baik,
menunggu matahari pertama di tahun 2010...
terimakasih krn sudah ada dan tahan mendengar semua keluhan saya malam itu...



Jumat, 09 Juli 2010

duka sahabatku

Hari Minggu lalu aku dan teman-teman persekutuan dikejutkan dengan berita duka, salah satu teman baikku kehilangan ayahnya. Dari cerita yang ku dengar, hari Minggu pagi itu, temanku dan kedua orangtuanya masih pergi beribadah bersama ke gereja dan mengikuti perjamuan kudus. Sepulang dari gereja, mereka sekeluarga masih makan siang bersama-sama di rumah. Hanya saja temanku ingat ayahnya sempat tersedak ketika makan. Ayah temanku beberapa saat kemudian meninggal di dalam kamarnya.

Beberapa waktu sebelum meningggal, (Alm) ayah temanku ini memang sudah berkali-kali keluar masuk rumah sakit, bahkan beberapa kali beliau harus menerima pengobatan di rumah sakit di Jakarta. Kondisi jantungnya memang bisa dibilang sangat rentan, sebulan sebelumnya temanku sempat mengatakan kondisi jantung ayahnya hanya berfungsi 17% saja. Yang terlintas di pikiranku saat itu hanyalah bersyukur ayah temanku ini masih bisa bertahan di tengah-tengah kondisi seperti itu. Secara manusia (aku yang sangat awam dengan medis), sangat sulit membayangkan sebuah tubuh masih dapat berfungsi normal (beraktifitas seperti biasa) hanya dengan sokongan jantung yang kurang dari setengah fungsi kinerja seharusnya. Terlebih, mengingat bahwa jantung manusia adalah organ paling vital dan penting dalam tubuh. Lagi-lagi aku melihat pekerjaan Tuhan yang begitu luar biasa. Dia bahkan memakai kelemahan tubuh ayah temanku ini untuk menunjukkan kebesaranNya. 

Ibadah Penghiburan
Kebiasaan di gereja dimana aku berjemaat, jika ada jemaat yang meninggal dunia maka setiap malam akan diadakan ibadah penghiburan di rumah keluarga yang berduka sampai pada hari pemakaman tiba. Pada malam penghiburan kedua, sehari sebelum jenazah ayah temanku beserta temanku sekeluarga berangkat ke Jakarta (jenazah dimakamkan disana), aku dan teman-teman berkumpul di rumah duka untuk mengikuti ibadah penghiburan dan membantu apa yang bisa kami bantu. Usai ibadah, saya dan teman-teman duduk mengobrol. Tidak berapa lama kemudian, teman saya yang sedang berduka datang bergabung. Ia tiba-tiba berkata kepada kami, di lingkungan rumahnya ada banyak sekali janda... dan sekarang jumlah wanita yang menjadi janda karena ditinggal mati suami bertambah satu lagi. Teman saya ngomong seperti itu dengan santai sambil tersenyum. Sesaat aku dan teman-teman terdiam...merenungkan kata-kata temanku ini...sebelum akhirnya ada yang melempar topik obrolan lain...yang kemudian dijawab oleh teman yang lain...yang sontak membuat kami semua tertawa melihat mereka. Kami tahu tidak mudah untuk menerima kepergian seorang ayah yang kita kasihi secara mendadak. Apalagi ketika teman kami ini adalah anak tunggal di keluarganya. Namun aku percaya,  Allah mengasihi mereka. Allah sendirilah yang akan menjadi suami dan bapa untuk mereka.

Jika ada yang bertanya apakah kita siap jika seandainya saat ini kita kehilangan orang yang kita kasihi dan sayangi untuk selamanya? Mungkin saya langsung nyamber jawab spontan, tidak siap :(

Tapi saya sadar, ada satu fakta yang mau tidak mau kita semua harus terima. Segala sesuatu itu ada waktunya. Perjumpaan, perpisahan, kelahiran, begitu juga dengan kematian. Selama masih berada di dunia, kita tidak bisa selamanya selalu hidup bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. Ada saat dimana perpisahan itu akan terjadi dan kebersamaan itu usai. Ada waktunya kelak kita semua akan kembali kepada Dia yang menciptakan kita, kembali kepada Sang Pemilik Hidup.

Berharap kelak ketika perpisahan itu tiba, kita semua tidak lagi berkata belum siap...

"Selamat jalan, Oom Purba...sampai kita berjumpa lagi di rumah Bapa di surga."