Rabu, 31 Juli 2013

salah paham salah siapa

Bas: Hai, Mi :D tumben chat FBnya on
Mia: Hai jugaaa.. iya nih lagi ol pake laptop hehe
Bas: dmn?
Mia: Di rumah...km?
Bas: enaknyaaa....aku masih di skolahan nih
Mia: ada ekskul ya? smangat ya :D
Bas: yup. udah lemes nih hehe
Mia: eh aku mampir liat2 timeline mu :p
Bas: gak ada yg penting buat diliat :o
Mia: hihi iya nih km jarang update foto atau status
Bas: males, gak ada ide
Mia: halah...update status aja perlu mikir dulu yak :p
Bas: ya donk...biar jadi berkat kata-katanya buat yg baca, kalau gak ada yg penting mending mingkem aja...hahaha
Mia: wah...bener juga katamu, Bas.... aku tahu itu tapi kadang masih suka pake status buat update hal2 yg gak penting :(
Bas: hahaha...santai aja, Mi...tiap orang beda-beda...mungkin aku aja yg emang gak terlalu pinter merangkai kata2 buat dijadiin status FB
Mia: hmmm....tapi kata2mu tadi buat aku mikir lho bas :)
Bas: tapi aku selalu ngikutin update'an km lho...aku kadang suka nungguin status2mu :p
Mia: wedew? jadi malu saia...hahaha
Bas: walau gak jarang status2mu nadanya galau...hahahahaha
Mia: bweeek....ngece nih... eh tapi kadang aku cuma iseng aja lho xixixi
Bas: aku tau :D
Mia: kok km bs tau?
Bas: krn km kan gak punya pacar, mau galauin siapa juga? bener gak? :p
Mia: Bastiaaaaaaaan......! terus aja ngece akuu....
Bas: ya? ada apa, non? hahahahaha
Mia: km ini lho gaya bgt.....kayak km punya aja...
Bas: lho aku kan beda...
Mia: bedanya dmn? sama aja....sama2 jomblo juga...bweeek
Bas: tapi aku jarang bikin2 status galau.....hahahaha
Mia: hahahaha iya sih :p
Bas: berarti?
Mia: berarti apa?
Bas: hari ini status galaunya apa, non? ada yg nungguin update'an nih...
Mia: errrrr.....terus aja ya, Bas.....
Bas: hahahaha.... eh aku off dulu ya :D
Mia: okee
Bas: bye, Mia :)
Mia: :)

**

Life lesson on July:
Jangan terlalu memamerkan kedekatan dengan lawan jenis yang bukan pasanganmu di ruang publik, jejaring sosial, di tempat umum. Siapa yang tahu, ada seseorang yang selama ini memperhatikanmu secara khusus, menjadi salah paham dan memilih mundur kerena melihat kedekatanmu dengan orang lain, yang padahal bukan siapa-siapamu...

Kencan Khayalan

Kencan Khayalan
(OST.Grey and Jingga, by Sweta Kartika)

Kuyakin di dalam hatiku dia tak pernah nyata
Kutahu apa yang mengusikku
Cinta takkan terjalin

Lamunanku hadirkan senyumnya
Takjubku dalam buai kasih

Sayap kecilnya bawaku jauh terbang ke ujung dunia khayalku

Andaikan semua tak hanya terjadi dalam bahasa imajiku
Adakah dia disana 'kan nyata untukku?
Siapakah gerangan dirinya?


 


suka-suka(ku)mu

Saya lagi bingung. Saya bingung tiap kali saya ikut seminar atau ibadah tertentu dan pemimpin pujiannya mengajak jemaat bernyanyi lagu "suka-sukaMu, Tuhan". Waktu pertama kali denger lagu ini, saya langsung bertanya ke teman saya, "eh, reffnya kok begini ya?"
Suka-sukaMu Tuhan, Suka-sukaMu Tuhan
Suka-sukaMu Tuhan, Suka-sukaMu Tuhan
Pulang dari pertemuan tersebut, saya langsung nanya ke beberapa teman, apa mereka tahu lagu ini. Sebagian dari mereka bilang tahu, sebagian lagi bilang belum pernah dengar. Hmm...ya sudah. Tapi bagaimana ya. Saya nggak tau kenapa, tapi saya sangat tidak nyaman menyanyikan bagian reff lagu tersebut. Pikiran saya seperti ini... Seakrab-akrabnya dan sedekat-dekatnya saya sama orangtua, saya ngga pernah berani buat ngomong "suka-sukamu, Pa!" walaupun cuma pas ngobrol santai, apalagi kalau serius. Saya nggak berani bukan karena papa saya galak (dikit sih...), tapi lebih karena saya respek sama papa dan ngga sanggup ngomong seperti itu sama beliau. Lalu, bukankah lagu ini kalau kita nyanyi itu ditujukannya buat Tuhan. Tuhan yang nyiptain ayah kita. Masa sih sama Tuhan kita berani bilang, "suka-sukaMU Tuhan"? (maaf...) tidak adakah kata yang lebih tepat untuk mengatakan bahwa, kita memang menyerahkan seluruh hidup kita hanya untuk Tuhan, pakailah sesuai kehendakMu Tuhan. Itu kan arti lirik tersebut?
Sungguhlah hidupku t'lah ditebus oleh darahMu yang Kudus,
sekarang hidup ku bukan milikku lagi

apapun yang Tuhan mau lakukan
, apapun yang Tuhan mau inginkan,
asalkan Tuhan ku senang
, semua kurelakan,
Nama-Nya dimuliakan...
Mungkin pikiran saya saja yang salah...tapi sampai sekarang saya masih belum bisa menyanyikan lagu ini sampai selesai. Seperti beberapa waktu yang lalu, ketika saya mengikuti sebuah seminar dan lagu ini dinyanyikan. Saya menyanyi, tapi ketika masuk bagian refrain, saya cuma bisa diam...tengok kiri kanan...lihat orang-orang semangat sekali. Namun sampai keempat kalinya lagu ini diulang, tiap masuk bagian reff, saya selalu diam (memang kadang saya ini suka ngeyel...). Lucunya, entah mungkin ngerasa saya diam, ibu-ibu di belakang tiba-tiba mencolek bahu saya lantas menegur, "kok diam aja mbak?" Saya kaget disapa tiba-tiba...dan cuma bisa nyengir senyum.

"ya..suka-suka tante ajalah ya.... suka-sukaku jugalah ngga ikut nyanyi :)"

Aduh tapi saya mana berani bicara begitu, jadi saya cuma berani ngomong dalam hati.

***
Mohon maaf sebelumnya untuk pencipta lagu tersebut, atau denominasi apapun yang sering menyanyikan lagu ini. Maaf kalau terkesan nyinyir. :( Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi pihak manapun. Tulisan ini hanya sebuah bentuk kebingungan seorang jemaat awam akan makna dari lirik sebuah lagu rohani yang dinyanyikan dalam ibadah.

Jumat, 28 Juni 2013

Musafir

Tulisan ini merupakan lanjutan dari cerita saya setelah mengikuti Seminar Suara Kebenaran...baca disini. Malam harinya sebelum tidur saya membuka plastik souvenir seminar yang berisi majalah, renungan bulanan, tiga keping CD khotbah, dan dua buah CD lagu. CD lagu tersebut seluruhnya berisi lagu-lagu yang dinyanyikan dan diciptakan sendiri oleh Pak Eras. Ada empat track lagu yang langsung saya suka. Salah satunya adalah lagu dalam track yang keenam, yang berjudul sama dengan postingan ini...

GS 14

Buka-buka album foto jaman SMA...dan nemu foto-foto ini. Ceritanya saya lagi kangen sama teman-teman sekolah dulu dan masa-masa ikut ekskul pecinta alam G.I.R.I.S.U.T.A 
Awal gabung di ekskul ini karena ikut-ikutan temen. Awalnya sehabis MOS, dikenalkan dengan para senior GS waktu saya dan Ima masuk sebagai perwakilan sekolah dalam tim gerak jalan Puputan-Margarana (jalan kaki 28 km)...mereka adalah salah satu pelatih gerak jalan saat itu. Akhirnya diajak gabung di ekskul ini yang pertemuan dan latihannya tiap Minggu siang. Syarat buat masuk jadi anggotanya, kami harus ikut latdas atau pelatihan dasar. Waktu itu bulan Desember, latdasnya camping berhari-hari di daerah Blahbatu, Gianyar... lalu pelantikan anggota dilaksanakan di gunung Batur...angkatan saya saat itu berjumlah 20 orang, dengan ketuanya saat itu adalah Ngurah. Beberapa kegiatan yang pernah saya ikuti adalah camping, mendaki gunung, repling dan prusiking, climbing, susur pantai, dll. Banyak pengalaman ketika saya bergabung selama tiga tahun dalam GS...belajar untuk tidak manja, belajar agar bisa survive di alam, belajar saling memperhatikan dan tolong menolong, belajar berorganisasi, dan belajar menerima orang-orang yang berbeda dengan saya. Dan yang paling penting, di GS inilah saya mulai belajar untuk lebih memperhatikan dan mencintai alam di sekitar saya...

Di bawah ini adalah foto saat pelantikan angkatan saya, dan beberapa foto kegiatan lainnya...
puncak Batur,
pelantikan angkatan saya
gunung Abang,
pendakian massal SMA Sanjose

puncak Batur, 17 Agustus
HUT GS ke-30

reuni akbar 2013
Viva GS!

Minggu, 23 Juni 2013

lady in waiting

Lady in Waiting itu....

bukan tentang bagaimana seorang wanita berjuang mendapatkan perhatian seorang pria.


juga bukan bagaimana menemukan seorang pria yang tepat.

tapi bagaimana menjadi seorang wanita yang tepat.


menjadi...


Wanita yang mau menyerahkan dirinya tanpa ragu-ragu kepada keTuhanan Kristus

Wanita yang menggunakan hari-harinya sebagai lajang, untuk mempercayai Tuhan dengan iman yang tak tergoyahkan,


Wanita yang menunjukkan kebajikan dalam kehidupan sehari-harinya,

Wanita yang mencintai Tuhan dengan suatu pengabdian yang tidak teralihkan.

Wanita yang tetap kudus secara fisik dan emosi

Wanita yang hidup dalam rasa aman

Wanita yang meresponi hidup dengan rasa puas


Wanita yang membuat pilihan berdasarkan keyakinannya


Wanita yang dengan sabar menunggu Tuhan memenuhi kebutuhannya.


Wanita yang menantikan Tuhan Yesus.
Sang Mempelai Pria-nya.



Are you a
lady in waiting, Li?

Sabtu, 22 Juni 2013

surat cinta (1)

Teruntuk: yang terkasih, suami masa depanku

Hai, sayang. Apa kabar?

Saat menulis surat ini, aku sedang memikirkanmu.

Memikirkan kita.

Aku mengetik surat ini sambil berharap cemas teman-temanku tidak menemukan blogku dan membaca surat ini. Mereka pasti akan meledekku habis-habisan. Tapi biarlah, aku sudah terlanjur memulai surat ini. Bukankah setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya? Dan aku yakin, mereka akan tetap berteman denganku. Karena lingkaran teman-teman terbaikku penuh dengan orang-orang aneh. Jadi bisa kupastikan, aku bukanlah satu-satunya yang aneh. :)

Aku tidak sedang frustasi karena terlalu lama sendiri. Bukan juga terlalu mengkhayalkan sesuatu yang belum pasti. Aku hanya rindu. Salahkah merindukan seseorang yang belum pernah bertemu? Aku membutuhkan waktu sepuluh menit di depan laptop sampai aku memutuskan untuk menulis ini padamu. Maka biarkan aku menyelesaikan surat ini dulu, agar tersalurkan rinduku padamu.


Seperti apa ya nanti kita bertemu? Sampai aku menulis surat ini, belum ada satupun clue tentangmu yang aku tahu. Yang aku tahu, meski belum tahu kamu seperti apa, tapi aku mau kamu percaya bahwa aku sudah mengasihimu saat ini. Iya, kamu. Suami masa depanku.

Kamu tertawa tidak ya ketika membaca surat pertamaku ini? Aku norak ya? Nggak apa-apa kalau kamu mau tertawa. Aku tahu kok, kamu pasti tetap akan menyelesaikan membaca surat ini.


Hmmm...aku sebenarnya bingung apa yang bisa kuceritakan dalam surat ini. Atau mungkin lebih baik aku bertanya saja padamu. Hmm...aku sudah tanyakan kabarmu atau belum ya? Eh kenapa aku jadi grogi begini.....padahal di depanku hanya ada laptop dan bukan kamu. Hmm...sayang, apa yang sedang kamu lakukan saat ini? Kamu bekerja? Bekerja apa? Dimana? Apa pekerjaanmu itu sesuai dengan minatmu? Sesuai dengan passion-mu? Apa kamu sudah menemukan panggilan Tuhan dalam hidupmu? Apakah semua pertanyaanku ini membuatku mulai tampak membosankan? Apa aku sebaiknya melamar pekerjaan sebagai wartawan saja?

Beri tahu aku secepatnya ya bagaimana kabar terbarumu. Tolong kasi tau aku selengkapnya lengkapnya. Aku ingin tahu dan ingin ikut berjuang bersamamu. Aku ingin suatu saat nanti duduk di sampingmu, mendengarmu bercerita tentang mimpi-mimpimu. Tentang harapanmu. Tentang panggilan Tuhan dalam hidupmu dan bagaimana kamu mengerjakannya. Aku juga mau menjadi orang pertama yang mendengar keluhan-keluhanmu. Tentang masalahmu dengan rekan kerjamu. Tentang kekecewaanmu. Tentang ketakutanmu.

Aku memang bukan malaikat yang akan menghilangkan semua bebanmu sekaligus sesaat setelah kamu bercerita (sampai sekarang aku sebenarnya masih sangsi, apakah ada malaikat yang seperti itu?). Aku hanya seorang perempuanmu yang saat kamu bercerita, akan membuatkanmu secangkir kopi panas ternikmat yang pernah kamu cicipi. Nikmat, karena aku membuatnya dengan ramuan cinta dan mengaduknya dengan sendok kasih sayang (ya aku tahu dari keseluruhan surat pertamaku ini, bagian inilah yang paling lebay). Oh ya, aku belum tahu kamu suka minuman apa. Kopi hitam atau kopi susu? Teh hijau atau coklat panas? Tapi rasanya asal kita bersama, minum apa saja tetap terasa nikmat kan? *lalu nyodorin aqua galon*

Ah, aku hanya ingin menghiburmu saja.


Rasanya sekian dulu surat pertamaku ini.

Semoga aku bisa sama sabarnya denganmu dalam menunggu datangnya masa kita nanti. Semoga kita bisa sama-sama menikmati masa lajang dan penantian ini, menjaga kekudusan dan kemurnian, terus punya hati yang haus akan DIA, dan mempercayakan hidup kita hanya pada DIA. Tuhan dan Raja kita. Sang Penguasa dan Pemilik hidup dan hati kita.


dari yang sangat mengasihimu,
istri masa depanmu.


p.s. jaga kesehatanmu, ya.

Kamis, 13 Juni 2013

Faithfully


FAITHFULLY
(Eric & Leslie Ludy)

Tonight I saw a shooting star

Made me wonder where you are
For years I have been dreaming of you
And I wonder if you're thinking of me too

In this world of cheap romance
And love that only fades after the dance
They say that I'm a fool to wait for something more
How can I really love someone I've never seen before

But I have longed for true love every day that I have lived
And I know real love is all about learning how to give
So I pray that God will bring you to me
And I pray you'll find me waiting faithfully

Faithfully, I am yours from now until foreverFaithfully, I will write, write you a love song with my life
'Cause this kind of love's worth waiting for
No matter how long it takes I am yours
Faithfully

Tonight I saw two lovers kiss
Reminded me of my own loneliness
They say that I'm a fool to keep on praying for you
How can I give up pleasure for a dream that won't come true

But I will keep believing that God still has a plan
And though I cannot see you now, I know that He can
And someday I will give you all of me
Until I find you, I'll be waiting faithfully