Senin, 30 September 2013

Sola gratia


tata ibadah teruna

Postingan ini adalah lanjutan dari tulisan bulan lalu... Kali ini saya sengaja membagikan tata ibadah saat itu yang kami buat... Siapa tahu ada yang sedang mencari ide menyusun ibadah untuk remaja, khususnya bagi rekan-rekan layan teruna di daerah lain yang mungkin sedang/akan menyusun kegiatan yang sama.

Semoga berguna...


ibadah padang teruna, hari Minggu, 4 Agustus 2013


lokasi: di tepi danau Buyan
peserta: 230 orang
durasi Ibadah: 120 menit
durasi kelompok kecil: 90 menit
penatalayan: teruna lintas sektor

PERSIAPAN

- Operator slide standby, Liturgos bersiap di dekat tim musik
- PIC ibadah sudah berkoordinasi dengan pelayan Firman, pendoa syafaat, dan kolektan
- Song leader mengajak jemaat berlatih beberapa buah lagu

ada tanya

ada tanya dalam gelisah di hati,
untuk apa aku ada bumi ini

bak uap sekejap bunga rumput pagi
yang akan layu di sore hari

malam kelam padang gersang dan tandusnya
cerita tragis kehidupan manusia

dan satu per satu mereka yang dicinta,
berpulang tak kembali lagi

Tuhan hantarlah langkahku sebelum usai hariku
Tuk memahami rencana-Mu di dalam taman hidupku
Tuhan celikkan batinku untuk mengerti hati-Mu
Agar kutunaikan semua yang Bapa ingini

(Pdt.Erastus Sabdono)

Minggu, 29 September 2013

101112 (part two)

Pada hari H, 101112...acara baru mulai jam 19.30, molor setengah jam dari yang tertera di undangan...hmm kami menunggu sampai keluarga dan undangan dateng semua, karena undangan cuma 50 orang, kalau belum pada dateng ya mau mulai acara gimana..masih sepi banget..hehe..

Dan sebagai anak tertua, mau ndak mau saya yang menyapa para undangan..ceritanya jadi MC mendadak (harusnya sama Oom JR juga, tapi ternyata saya dikerjain..). Dengan terbata-bata, saya mencoba untuk memberikan sambutan sederhana. Itu pertama kalinya saya berbicara di depan keluarga besar dan kerabat dekat, mewakili Papa dan Mama. deg..deg..


rentang masa depan

kulewati masa lalu yang membiru dan membatu
kulupakan kehidupan yang berlalu
tak lagi mampu menghalangi langkahku

 
kupandang dengan tawa riang
dan
aku berjalan penuh kepastian
kan kumasuki, ingin kutapaki
indah masa depan yang luas membentang


hari ini sampai nanti
kulewati dengan pasti
waktu-waktu bersamaMu yang kutunggu

tak ragu aku mengharapkan diriMu

(Rentang Masa Depan -
One Way Band)



Yesus berikan hidupNya

Darah-Mu tercurah, tebus dosaku
Kasih-Mu memulihkan, bebaskan dan slamatkanku,

mengubahkan hidupku

Tubuh-Mu diserahkan, terpecah bagiku
Bilur-Mu menyembuhkan, menyucikan
B'riku pengharapan jadikanku baru

Yesus berikan hidup-Nya bagi diriku, bagi kes'lamatanku
Bahkan taat sampai mati agarku hidup dalam kekekalan-Nya

Kau mengasihi, Kau memulihkan
Bapa, aku bersyukur


Utuslah aku, pakailah hidupku

Menjadi kasihMu, bagi dunia ini


Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa.

(Surat Paulus kepada jemaat di Filipi, Filipi 2:5-11)

lebih indah dari Salomo

Siapakah di antara kamu yang karna rasa kuatirnya
dapat menambahkan satu hasta saja kepada jalan hidupnya

Ya...siapakah diantara kamu yang karna rasa kuatirnya
dapat menambahkan satu hasta saja kepada jalan hidupnya


Dan jika engkau tiada daya membuat hal paling kecil, mengapakah engkau kuatir
Mengapa kuatir perkara yang besar....mengapa kuatir perkara yang besar


Lihatlah burung gagak kecil, tiada menabur, tiada menuai
tidak juga mengumpulkan bekal di dalam lumbung untuk hari esok
tetapi dia tak kurang suatu apa, diberi makan Bapa mu yang di sorga
tetapi dia tak kurang suatu apapun, diberi makan Bapa mu yang Akbar


Pandanglah bunga bakung di lembah, tiada bertenun tiada memintal
bunga bakung yang putih dan bersih, tiada bertenun tiada memintal
tetapi dia ternyata lebih indah dari Salomo dalam kemegahannya

tetapi dia ternyata lebih indah pun dari Salomo Raja yang besar


Dan jika Tuhan Allah, mendandani rumput di ladang
dan memb’ri makan makhluk yang kecil, memberi makan ciptaanNya yang kecil

tidak kah Dia kan terlebih lagi memberi padamu s’gala yang perlu
memberi kebutuhanmu, wahai orang yang kurang percaya

Jangan kuatir, janganlah ragu karena Tuhan mu sayang padamu

Ya... karena Tuhan mu kasih kepadamu

(Jangan Kuatir - Drs. Bonar Gultom)






Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.


(Injil Matius 6 : 30-33)

Rabu, 25 September 2013

101112 (part one)

Saya baru sadar ternyata usia blog ini sudah tiga tahun. Tidak banyak yang saya tulis dalam rentang tiga tahun ini. Tidak seperti blog-blog lain yang berisi topik-topik menarik, isi blog saya hampir seluruhnya cuma berisi curhatan menye-menye dan refleksi pribadi. Aih, malu saia. Saya baru sadar juga, sepanjang 2012 ternyata saya tidak menulis apapun. Tidak ada postingan di tahun 2012. Ah ya....tahun lalu saya sempat lupa password blog ini. Plus rasa malas yang terus dipiara selama tahun itu.

Baiklah, waktu memang tidak bisa ditarik mundur. Tapi nggak ada salahnya sebagai pengisi kekosongan cerita di tahun lalu, gimana kalau saya tulis salah satu cerita yang terjadi di tahun lalu? Saya mau cerita bagaimana saya dan adik saya bekerja sama membuat acara untuk kedua orangtua kami.

Tahun lalu, tepatnya November 2012, adalah tahun ke-25 pernikahan kedua orangtua saya. Dalam rangka itu, orang tua saya ingin ngadain syukuran kecil-kecilan dengan keluarga dan teman-teman dekat mereka. Jadi, kurang lebih dua minggu lamanya, saya dan adik saya sibuk nyiapin acara. Sempat mumet mikirin konsep acaranya mau kayak apa. Lumayan bingung gimana cara gabungin ibadah dan acara ulang tahun pernikahan supaya tetap sederhana tapi tidak kaku, dan harus bisa meninggalkan kesan khusus bagi kedua orangtua kami.

Setelah dua hari bertapa berpikir bersama-sama, akhirnya tersusunlah konsep dan susunan acaranya. Lalu kami melewati hari-hari seperti biasa yang diselipkan dengan kesibukan: membuat undangan kemudian keliling nganter satu per satu, booking restoran, membeli perlengkapan dekor, ngumpulin foto-foto jadul lalu di-scan satu persatu (special thanks utk Bella yang udah ngebantuin), ke rumah pak pendeta, bikin video slide foto-foto (sederhana dengan movie maker), trus latian nyanyi sembunyi-sembunyi berdua (ceritanya saya dan adik mau kasi suprise gituu), mesen taart, dan gladi acara H-1 (kok ada gladi segala ya?). Dan....setelah dua minggu berlalu, akhirnya hari yang ditunggu pun tiba.

Awalnya, kami memilih tanggal sesuai dengan tanggal pernikahan sebenarnya. Namun karena ada dua dan tiga hal, acara harus diundur beberapa hari kemudian dan akhirnya dipilihlah hari Sabtu. Kami baru sadar setelah undangan jadi, eh kok hari Sabtu itu pas tanggal cantik ternyata...10-11-12.
penampakan kartu undangannya


*detail acaranya akan saya tulis di postingan berikutnya...